Oleh: masdiloreng | Maret 27, 2009

Siapa Aku

Tidak ada yang terlalu istimewa dengan mengatakan riwayat hidupku.

Pun tidak ada pelajaran berharga yang dapat dipetik.

Aku hanyalah manusia biasa yang tidak menorehkan apapun di

lembar-lembar sejarah.

Aku lelaki lemah yang tak berdaya apa-apa.

Bahkan untuk mempertahankan kedudukanku sebagai seorang hamba.

Aku sempat menyesali eksistensiku, saat itu.

Sampai aku sadar bahwa laku hidup sudah ada yang mengaturnya.

Dan, sebagai wayang aku hanya perlu mengikuti kehendak sang dalang.

Setidaknya itulah keyakinanku.

Namaku cukup Aku.

Satu-satunya pemakai nama tersebut di tempat yang keras ini.

Tempat di mana banyak berkeliaran mesin-mesin pemeras keringat,

dan manusia tanpa hati nurani.

Semua orang bergerak bagai mesin.

Dan, baru akan berhenti ketika sang mandor menekan tombol berhenti.

Saat itulah baru mereka menjadi manusia kembali.


Responses

  1. aku G setuju law U bilang,U lemah dan G berdaya,palagi bilang U sempat menyesali eksistensi U di Dunia ini,bukankah kita hidup harus sell bersyukur,…

    dan ….

    Kenapa cukup U,eh Aku….
    What do U say?
    Talk less Do More…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: