Oleh: masdiloreng | Maret 22, 2009

Pendidikan sebagai proses pembebasan

Manusia bukan terlahir langsung dalam kepribadian modern, bodoh adalah bawa’an asli manusia tercipta, bahkan Sang pembebas bernama Muhammad yang menjadi utusan Tuhan sendiri sebelum menerima wahyu adalah ummi (buta huruf), namun dalam prosesnya manusia dituntut untuk mengetahui, hanya dengan pengetahuanlah manusia bisa menjalankan fungsi kemanusiaanya, maka tidak salah kalau utusan Tuhan Nabi Muhammad mewajibkan umatnya berproses dan menceburkan diri dalam kapasitas pendidikan ketika mulai menyatu dalam kandungan sang ibu hingga kuburan mau digali.indikasi ini mengisyaratkan bahwasanya manusia sendiri tak ada batas dalam berproses dan tak akan menemukan titik penghujung sentral pendidikan selain kematian hingga menggugurkan kewajibannya dalam pendidikan. Disamping itu manusia juga tidak terbelenggu oleh jarak dalam berproses, baik dinegara kelahiran atau pergi keluar manca negera, sebagaiman yang digambarkan Rausulullah dalam haditsnya. carilah ilmu sampai kenegeri cina. (Baca : Cina)
Manusia sendiri pada dasarnya adalah makhluk yang bebas, ia terlahir kedunia dalam keadaan telanjang, tanpa ada satu ikatanpun yang memasungya. dengan ketelanjangannya itu menandakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka. dan bebas menentukan pilihanya, yang pada akhirnya menuntun manusia itu menjadi diri sendiri sendiri pada subyektifitas bukan obyektifitas yang hanya memasungnya.
Manusia dibekali kemampuan untuk merefleksikan dirinya sebagai ”ego” dan merefleksikan apa yang ada dihadapannya sebagai “bukan ego”. Dengan potensi panca indera dan kelengkapan fisiknya manusia sanggup bergaul dengan dunianya, hingga menghasilkan hubungan dengan sesamanya sebagai subyek dan, dan dunia sebagai obyek.
Bagi sebagian besar manusia (mahasiswa), pendidikan dimaknai degan ijazah, perstise, dan kerja, padahal dari itu semua ada yang lebih penting bahwa pendidikan adalah alat perlawanan, karena pada hakekatnya pendidikan adalah “membebaskan”. Membebaskan dari penindasan kebodohan, baik yang ada pada diri manusia atau kebodohan orang lain. Pendidikan tidak menahan mahasiswa untuk mencari ijazah, tapi ijazah sering memaksa mahasiswa untuk bertahan dibangku kuliah, meskipun bangku kuliah tidak jarang memberatkan mahasiswa.
Sebagai mana yang dikatakan Paulo Freire dalam salah stu bukunya tentang pendidikan. ”Pada dasarnya manusia terbagi dua golongan, tertindas dan golongan penindas. Sebagai golongan penindas harus dilakukakan perubahan mendasar, karena kaum penindas sudah barang tentu dan mustahil memberikan pembebasan, dan mereka selalu menyiapkan pembenaran-pembenaran atas status quo. Kaum penindas paling jauh hanya akan memperlunaknya dengan konsensi-konsesi kebebasan sedikit dan karitatif. Karenanya, kaum tertindas harus mengubah diri dari manusia yang berada bagi keuntungan sipenindas (being for others) menjadi subjek-subjek yang bereksistensi bagi diri sendiri ( being for themselves)”.
Oleh karenanya, pendidikan bagi kaum tertindas haruslah dirancang sebagai perlawanan yang membebaskan mereka. Metodologi mengenai hal ini dimaksudakan untuk mengola bagaimana penindasan dapat berpartisipasi langsung dalam pendidikan seperti ini. Metode pendidikannya bersifat aktif dan bersifat pasif dan secara tidak langsung merefleksikan apa yang terjadi dalam dunia nyata. Ini dikarenakan, manusia adalah makhluk eksistensial yang ada dalam dan bersama dunia. Interaksi dengan dunia adalah wadah atau tempat perenungan manusia. ini lah yang oleh Paolo Freire sebagai proses pembebasan. Lalu yang jadi pertanyaan sudahkah pendidikan kita menjadi alat pembebas?


Responses

  1. Pendidikan adalah tranfer budaya dan nilai-nilai luhur dari generasi sebelumnya dan mempersiapkan diri untuk masa depan.

  2. mungkin kalau mau referensi bisa anda baca di bukunya di murthadara mutharri. saya kurang setuju kalau anda mengatakan bahwa manusia adalah bodoh sejak lahir, n mungkin bisa diperjelas pembahasannya sedikit. okay?n makasih atas artikelnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: