Oleh: masdiloreng | Maret 21, 2009

KETIKA SARJANA MENJADI SIMBOL FORMALITAS

KETIKA SARJANA MENJADI SIMBOL FORMALITAS
Oleh : Yusheva.
Ponorogo, 15 September 2007.

Engkau sarjanaMuda
Rresah tak dapat kerj
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku,
Tuk jaminan masa depan…..

Begitulah sedikit penggalan dari lirik lagu Iwan Fals berjudul sarjanah muda, terasa geli memang kala mendengarnya lebih-lebih bagi mereka mahasisiwa yang akan mendapatkan gelar sarjana atau yang sudah mendapatkannya. Apa yang dikatakan Iwan Fals dalam sebuah lagu diatas bukanlah omong kosong, sebuah potret yang sudah menjamur dinegeri kita, banyak sekali para sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak sebagi seorang sarjana. Terasa miris memang kalau kita membicarakannya. Karena hal itu bukanlah sutau yang asing kita dengar, kalau kita pergi kekota-kota besar tidak sedikit kita temui para sarjana yang menjadi tukang ojek, tukang becak ,Kuli bangunan dan seabrek profesi yang digeluti.
Memang profesi bukanlah sebuah ukuran sukses tidaknya mahasiswa belajar, Karena bagaimanapun semua adalah Tuhan yang menentukan, tapi mahasisiwa tidak bisa menyerahkan sesuatu pada Tuhan semata, karena dalam al Qur’an juga pernah diterangkan bahwsanya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum selama kaum itu sendiri tidak merubahnya.jadi jelas manusia dituntut berusaha, kalaupun sudah berusaha sudah maksimal baru kita beserah dirikepada-Nya. Mahasiswa juga tidak jauh mereka yang mempunyai kewajiban untuk belajar tidak boleh menyia-nyiakan kesempatannya.
Mahasisiwa bukanlah pelajar SMP-SMA yang segala sesuatunya masih diarahkan, paling tidak mahasiswa bisa mencari apa yang dia butuhkan dan mengetahui segala sesuatu yang harus diketahui, tugas mahasiswa tidak hanya datang, duduk, dan diam atau dalam istilahnya D3, sehabis kuliah tutup buku dan buka lagi ketika pelajaran berlangsung dikampus. Sebenarnya peran mahasiswa mempunyai fungsi ganda, disamping ia menjalankan kewajiban sebagai kewajiban mahasisiswa, mereka juga dituntut menjalankan kewajiban disekelilingnya, baik diorganisasi, dimasyarakat dan lain sebagainya, karena kesemuanya itu sangat membantu kematangan mahasiswa dalam berproses menjadi seorang yang benar-benar mampu menghadapi segala problem. Jadi ketika ia sudah menjelang sarjana, atau sudah sarjana tidak muda terombang ambing dengan keadaan, mahasisiwa yang semacam itu bisa menaklukkan segala permasalahan, baik dalam ekonomi, sosial, agama dan lain-lain.Dan sangat berlawanan dengan keberadaan mahasiswa D3 atau pasif tadi, tak tau apa yang harus dikerjakan dan apa yang menjadi kebutuhan. Jadi ketika mendapatkan ujian atau tantangan tidak dapat menyelesaikan dengan baik, bahkan tidak jarang harus lari dari kenyataan.
Mahasisiwa juga bukan orang jalanan yang seenaknya bertingkah, bukan maksud penulis medeskreditkan anak jalanan, Mahasisiwa dan anak jalanan ibarat minyak dan air,kalau mahasiswa adalah air berarti anak jalanan adalah minyaknya atau sebaliknya. Mahasiswa harus bisa mengambil keputusan kalau dia menjadi minyak jangan sampai tercampur dengan air, kalau sudah tercampur maka tidak akan berfungsi, baik sebagai bahan bakar atau lainya. begitu juga kalau jadi air, jangan sampai terkontaminasi dengan minyak karena akan bernasib sama dengan minyak tadi, tidak akan berfungsi, baik untuk minum atau mandi.
Kesemuanya itu adalah sebuah contoh bagaimana mahasiswa harus berproses, dan bersungguh-sungguh untuk menggali kemampuan yang ada dalam diri mahasiswa.agar nantinya tidak khawatir dengan keadaan masa depan yang siap menghadap dan tidak miris ketika mendengarkan lagu iwan fals diatas, semoga.

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Diklat dasar jurnalis oleh lembaga pers Mahasiswa STAIN ponorogo, (al-Millah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori